Sabtu, 28 April 2018

Rahasia panjang umur ala orang Inggris

Posted by mirajudin on April 28, 2018 with No comments

National Health Service Inggris menyatakan bahwa orang bisa panjang umur dan hidup lebih lama dengan makan makanan yang sehat dan seimbang. Tubuh harus mendapatkan semua nutrisi yang tepat agar tubuh bekerja dengan baik.

Selain itu, ahli diet, Sarah Brewer dan Juliette Kellow menyarankan, minum lebih banyak teh, khususnya teh hijau. Saran itu tercantum dalam buku mereka berjudul, Eat Better, Live Longer.

Konsumsi teh dapat melindungi tubuh dari kanker dan demensia (penurunan fungsi otak), dilansir dari Express, Senin (4/6/2018).

Teh, terutama teh hijau, terbukti membuat orang berumur panjang. Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan, wanita yang meminum teh hijau paling banyak, 17 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal," ucap Sarah.

Kurangi risiko kanker


Penelitian Inggris menemukan, beberapa penelitian menyebut, teh hijau dapat mengurangi risiko kanker.

Teh hijau itu juga diminum di seluruh Asia. Risiko kanker jauh lebih rendah di Asia daripada di bagian lain dunia. Beberapa orang percaya, risiko kanker lebih rendah karena tingginya asupan teh hijau," tulis Cancer Research UK dalam situsnya.

Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan, ekstrak dari teh hijau dapat menghentikan sel-sel kanker tumbuh.

"Tapi kami masih membutuhkan lebih banyak bukti, apakah hal itu benar-benar memberikan efek pada manusia. Ini juga membantu kami mengetahui, apakah teh hijau punya peran dalam mencegah kanker," lanjut keterangan dalam situs tersebut.

Orang Inggris biasa minum teh hijau sambil ditemani kudapan scone (roti terbuat dari gandum) dan crumpets (panekuk ala Inggris).

Makan tiga porsi labu seminggu


UK Tea and Infusions Association mengungkapkan, sebanyak 84 persen penduduk Inggris minum teh. Mereka mengonsumsi sebanyak 165 juta cangkir sehari.

Sampai saat artikel ini ditulis, diperkirakan lebih dari 68 juta cangkir teh sudah diminum. Selain teh, hidup bisa lebih lama dengan makan tiga porsi labu seminggu, menurut Sarah Brewer dan Juliette Kellow.

Labu kaya akan vitamin C dan serat, yang membantu tingkatkan kesehatan jantung. Labu juga mengandung karotenoid, yang dapat meningkatkan kesehatan mata dan melindungi terhadap penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Kamis, 12 April 2018

Jangan salah, rokok elektrik tetap bikin kecanduan

Posted by mirajudin on April 12, 2018 with No comments

Sejak muncul, rokok elektrik menjadi magnet bagi perokok. Sebagian produsen mengklaim rokok ini lebih aman dan tidak menimbulkan kecanduan dibandingkan dari rokok biasa.

Benarkah demikian? Ternyata, tidak ada jaminan rokok elektrik tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Hal ini karena berbagai cairan kimia yang terkandung di dalamnya belum teruji keamanannya.

"Di Indonesia kita lihat sekarang ini trennya orang pakai e- cigarette (rokok elektrik) kenapa, satu lebih mahal. Untuk anak muda yang pakai e-cigarette itu lebih keren katanya, karena lebih mahal. Tapi tetap kita katakan produk ini berbahaya bagi kesehatan," ujar kardiologis, dr. Ade Meidian Ambari.

Senada dengan Ade, Ketua III Harian Yayasan Jantung Indonesia dan Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau Laksmiati A. Hanafiah mengungkapkan bahwa ada kemungkinan rokok elektrik tetap mengandung nikotin sekalipun banyak klaim yang menyatakan tidak ada kimia tersebut di dalamnya.

"Saya kok tidak yakin ya bahwa (rokok elektrik) tidak mengandung nikotin sama sekali. Nikotin itu justru yang membuat seseorang menjadi kecanduan," ujar perempuan yang akrab disapa Mia ini.

Mia mengatakan, nikotin sesungguhnya dikategorikan sebagai zat adiktif yang lebih tinggi ketimbang heroin dan kokain.

"Hanya saja karena pemberiannya itu sedikit-sedikit, tidak terasa. Tapi tetap dia lebih tinggi kecanduannya daripada heroin dan kokain. Dalam arti kata, berhentinya lebih sulit," ujar Mia.

Tetap berbahaya bagi orang lain


Ade sendiri mengatakan bahwa asap dari rokok elektrik pun juga membahayakan orang di sekitarnya.

"Walaupun mereka klaim, 'oh kita gak pakai nikotin, aerosolnya tidak pakai nikotin,' Tapi tetap ada bahan kimia lain yang itu berbahaya," ungkap Ade.

"Ada satu penelitian yang kalau kita buka, bahwa itu menyebabkan kanker paru itu ada," tambahnya.

Selain rokok, Ade mengatakan berbagai produk tembakau seperti shisha, rokok elektrik, vape, hingga cerutu menyebabkan kerusakan pada tubuh, sekalipun tidak akan berdampak secara langsung.