Selasa, 23 Februari 2021

Perbedaan Pinjaman Online Mudah Disetujui Dibandingkan Pinjaman Bank

Posted by mirajudin on Februari 23, 2021 with No comments


Selama ini bank memang selalu dijadikan sebagai pilihan utama bagi masyarakat yang tengah membutuhkan uang pinjaman. Karena memang bukan sebuah rahasia lagi jika seandainya mereka menawarkan beragam jenis produk pinjaman uang, mulai dari pinjaman berbasis KTA atau Kredit Tanpa Agunan sampai dengan Kredit Multiguna atau yang dikenal sebagai pinjaman online cepat dalam bentuk gadai. Hanya saja beberapa waktu belakangan ini jika dilihat popularitasnya memang kalah dibandingkan dengan fintech atau yang lebih dikenal sebagai pinjol.

Apalagi banyak orang yang merasakan bahwa memang pinjaman online mudah disetujui jika dibandingkan dengan mengajukan pinjaman kepada bank. Pada dasarnya produk pinjaman yang ditawarkan sendiri mirip, dimana memang untuk bank maupun pinjol sama-sama menawarkan KTA. Hanya saja sudah pasti ada yang membedakan diantara keduanya. Berikut ini beberapa perbedaannya yang patut untuk Anda ketahui, yaitu:

  1. Proses pengajuannya, bukan sebuah rahasia lagi jika seandainya pinjaman online memang menawarkan kemudahan bagi Anda yang ingin mengambil uang pinjaman. Dimana tak perlu repot-repot untuk datang ke kantor cabangnya secara langsung. Cukup dari rumah saja, berbekal sebuah smartphone maka nantinya sudah bisa apply pinjaman. Berbeda dengan proses untuk pengajuan pinjaman lewat bank. Dimana mau tidak mau maka Anda harus datang ke bank secara langsung untuk apply. Tak jarang harus membuang banyak waktu, karena memang antreannya yang panjang. Berbeda dengan online yang sistemnya otomatis.
  2. Plafon, berbicara mengenai plafon pinjamannya sendiri juga berbeda, karena memang bank berani tawarkan plafon hingga ratusan juta rupiah untuk produk KTA mereka. sementara itu untuk pinjaman berbasis KTA dari fintech sendiri maka plafonnya maksimal hanya sampai angka puluhan juta rupiah.
  3. Syarat dan ketentuan, khusus untuk syarat dan ketentuan memang banyak yang sudah merasakan. Bahkan untuk mendapatkan pinjaman online ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan produk pinjaman uang langsung dari bank. Untuk produk pinjaman dari bank sendiri syaratnya begitu banyak, mulai dari keberadaan dari kartu kredit sampai dengan minimal penghasilan. Dibandingkan dengan syarat pinjaman dari fintech yang memang jauh lebih mudah dan kemungkinan disetujui juga tinggi.
  4. Pencairan dana, bagi Anda yang memang membutuhkan uang pinjaman secara cepat langsung cair. Maka ada baiknya untuk memilih pinjaman secara online atau dari fintech. Karena memang bisa pada hari itu juga setelah apply, jika seandainya apply disetujui maka uang pinjaman akan langsung dicairkan ke rekening Anda. Cocok dipakai untuk kebutuhan yang bersifat darurat bukan.
  5. Tenornya, mengingat jika dilihat bank memberikan plafon pinjaman yang relatif tinggi dibandingkan dengan fintech. Tentunya tak dapat dipungkiri jika tenor atau jangka waktu yang diberikan untuk pelunasan tersebut menjadi jauh lebih panjang sampai dengan 5 tahun, bahkan juga lebih.
  6. Beban biaya tambahan, biaya tambahan ini meliputi bunga, biaya administrasi dan lain sebagainya maka bank sendiri memberlakukan nilai yang ringan. Sebenarnya fintech sendiri juga banyak yang memberlakukan beban biaya ringan, asalkan Anda selektif dalam memilih. Jangan sampai pilih fintech yang ilegal, pastikan yang sudah terpercaya seperti dari Adakami.

Itulah setidaknya beberapa hal yang membedakan antara pinjaman lewat fintech dan juga bank dan alasan mengapa pinjaman online mudah disetujui. Namun kembali lagi sesuaikan dengan kebutuhan Anda, sehingga nantinya tidak menyesal setelah ambil uang pinjaman tersebut.

Sabtu, 20 Februari 2021

Beberapa Penyebab dan Tanda Maag Kronis Yang Perlu Diwaspadai

Posted by mirajudin on Februari 20, 2021 with No comments


Maag merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan pencernaan. Penyakit ini tergolong cukup banyak diderita oleh masyarakat. Penyebab terjadinya maag bisa karena beberapa faktor, seperti karena gaya hidup yang tidak sehat, gangguan saluran pencernaan atau komplikasi dari kondisi medis tertentu, atau bisa juga karena efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.

Ada beberapa jenis penyakit maag yang kerap diderita, yaitu ada maag akut dan maag kronis. Untuk maag akut umumnya memiliki gejala yang bersifat sementara. Sedangkan gejala maag kronis biasanya terjadi berulang dalam jangka waktu panjang.

Maag kronis atau yang biasa disebut juga dengan gastritis kronis merupakan gangguan pencernaan yang terjadi karena peradangan pada dinding lambung yang muncul secara perlahan dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Peradangan pada dinding lambung ini bukan hanya terjadi karena produksi asam lambung yang meningkat saja, namun bisa juga disebabkan oleh beberapa hal berikut ini, yaitu:

1. Infeksi bakteri Heliobacter pylori.

Salah satu penyebab paling umum terjadinya gastritis kronis adalah karena adanya infeksi bakteri Heliobacter pylori yang menimbulkan iritasi dan luka pada dinding lambung. Bakteri ini bisa menular melalui makanan, minuman, air liur, maupun cairan tubuh lainnya. 

2. Iritasi pada dinding lambung.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang jika dilakukan secara terus-menerus akan menyebabkan luka pada lambung, seperti:

  • Mengonsumsi obat non-steroid anti inflamasi (NSAID) untuk jangka panjang, seperti ibu profen, naproxen, dan aspirin.
  • Mengalami stress parah.
  • Paparan radiasi.
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol.
  • Mengalami refluks empedu karena cairan empedu yang masuk ke lambung.

3. Reaksi autoimun.

Maag kronis juga bisa terjadi karena adanya reaksi kimia. Dimana sistem kekebalan tubuh justru menyerang lapisan dinding lambung yang sebenarnya tidak bermasalah. Akibatnya lambat laun menyebabkan sel-sel pada lapisan pelindung dinding lambung mengalami peradangan dan merusak. Salah satu sel yang mengalami kerusakan adalah sel parietal yang berfungsi untuk menyerap vitamin B12. Karena reaksi autoimun ini menyebabkan gangguan dalam menyerap vitamin B12 pada tubuh, akibatnya bisa menyebabkan penderita mengalami anemia pernisiosa.

Sama seperti penyakit lainnya, maag kronis juga akan menunjukkan gejala tertentu pada penderitanya. Meskipun pada kondisi tertentu ada juga penderita yang tidak mengalami mengidap maag kronis sama sekali. Gejala pada maag kronis perlu diwaspadai dan jangan diabaikan. Karena jika hal ini tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan komplikasi serius. Maka dari itu, ketahui berbagai gejala pada penyakit maag kronis berikut ini:

  • Nyeri perut, terutama pada bagian ulu hati.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Perut terasa kembung.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Perut selalu terasa penuh atau begah pada bagian atasnya, terutama setelah makan.
  • Berat badan menurun.

Jika Anda mengalami berbagai gejala dan tanda maag kronis seperti yang sudah disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Karena untuk maag kronis yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan beberapa komplikasi serius, seperti tukak lambung, gastritis atrofi, anemia, hingga penyakit kanker lambung. Sehingga agar bisa meminimalisir dari kemungkinan memburuknya kondisi kesehatan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Disamping juga Anda harus berupaya melakukan langkah bijak, seperti mengontrol pola makan dengan baik, mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter, dll. Untuk mengantisipasi dari kemungkinan mengalami komplikasi di kemudian hari, sebaiknya pantau kondisi lambung secara berkala ke dokter dengan teratur.