Sabtu, 20 Februari 2021

Beberapa Penyebab dan Tanda Maag Kronis Yang Perlu Diwaspadai

Posted by mirajudin on Februari 20, 2021 with No comments


Maag merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan pencernaan. Penyakit ini tergolong cukup banyak diderita oleh masyarakat. Penyebab terjadinya maag bisa karena beberapa faktor, seperti karena gaya hidup yang tidak sehat, gangguan saluran pencernaan atau komplikasi dari kondisi medis tertentu, atau bisa juga karena efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.

Ada beberapa jenis penyakit maag yang kerap diderita, yaitu ada maag akut dan maag kronis. Untuk maag akut umumnya memiliki gejala yang bersifat sementara. Sedangkan gejala maag kronis biasanya terjadi berulang dalam jangka waktu panjang.

Maag kronis atau yang biasa disebut juga dengan gastritis kronis merupakan gangguan pencernaan yang terjadi karena peradangan pada dinding lambung yang muncul secara perlahan dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Peradangan pada dinding lambung ini bukan hanya terjadi karena produksi asam lambung yang meningkat saja, namun bisa juga disebabkan oleh beberapa hal berikut ini, yaitu:

1. Infeksi bakteri Heliobacter pylori.

Salah satu penyebab paling umum terjadinya gastritis kronis adalah karena adanya infeksi bakteri Heliobacter pylori yang menimbulkan iritasi dan luka pada dinding lambung. Bakteri ini bisa menular melalui makanan, minuman, air liur, maupun cairan tubuh lainnya. 

2. Iritasi pada dinding lambung.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang jika dilakukan secara terus-menerus akan menyebabkan luka pada lambung, seperti:

  • Mengonsumsi obat non-steroid anti inflamasi (NSAID) untuk jangka panjang, seperti ibu profen, naproxen, dan aspirin.
  • Mengalami stress parah.
  • Paparan radiasi.
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol.
  • Mengalami refluks empedu karena cairan empedu yang masuk ke lambung.

3. Reaksi autoimun.

Maag kronis juga bisa terjadi karena adanya reaksi kimia. Dimana sistem kekebalan tubuh justru menyerang lapisan dinding lambung yang sebenarnya tidak bermasalah. Akibatnya lambat laun menyebabkan sel-sel pada lapisan pelindung dinding lambung mengalami peradangan dan merusak. Salah satu sel yang mengalami kerusakan adalah sel parietal yang berfungsi untuk menyerap vitamin B12. Karena reaksi autoimun ini menyebabkan gangguan dalam menyerap vitamin B12 pada tubuh, akibatnya bisa menyebabkan penderita mengalami anemia pernisiosa.

Sama seperti penyakit lainnya, maag kronis juga akan menunjukkan gejala tertentu pada penderitanya. Meskipun pada kondisi tertentu ada juga penderita yang tidak mengalami mengidap maag kronis sama sekali. Gejala pada maag kronis perlu diwaspadai dan jangan diabaikan. Karena jika hal ini tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan komplikasi serius. Maka dari itu, ketahui berbagai gejala pada penyakit maag kronis berikut ini:

  • Nyeri perut, terutama pada bagian ulu hati.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Perut terasa kembung.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Perut selalu terasa penuh atau begah pada bagian atasnya, terutama setelah makan.
  • Berat badan menurun.

Jika Anda mengalami berbagai gejala dan tanda maag kronis seperti yang sudah disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Karena untuk maag kronis yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan beberapa komplikasi serius, seperti tukak lambung, gastritis atrofi, anemia, hingga penyakit kanker lambung. Sehingga agar bisa meminimalisir dari kemungkinan memburuknya kondisi kesehatan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Disamping juga Anda harus berupaya melakukan langkah bijak, seperti mengontrol pola makan dengan baik, mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter, dll. Untuk mengantisipasi dari kemungkinan mengalami komplikasi di kemudian hari, sebaiknya pantau kondisi lambung secara berkala ke dokter dengan teratur.

0 komentar:

Posting Komentar