Kamis, 18 Maret 2021

Selama Pandemi Laba Bersih PT. Mayora Indah Tbk Meningkat

Posted by mirajudin on Maret 18, 2021 with No comments

Indonesia hingga saat ini masih diselimuti oleh wabah covid-19 yang kian hari kasus yang dihasilkan semakin bertambah setiap harinya. Tinggal di rumah saja selama masa karantina mandiri, isolasi mandiri, atau social distancing (jaga jarak) di tengah wabah virus corona membuat permintaan akan produk makanan instan bagi warga Indonesia menjadi bagian penting. 

Perusahaan manufaktur makanan dan minuman, termasuk salah satunya adalah PT. Mayora, merupakan sektor strategis dan sangat potensial pada masa pandemic saat ini untuk terus dipacu karena memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional yang dimana masyarakat saat ini cenderung menyimpan makanan dan minuman instan untuk cadangan kebutuhan sehari - hari, seperti halnya biskuit, wafer, dan sereal. 

Dengan produk makanan dan minuman yang di kelola PT Mayora, dari sisi penjualan mengalami penurunan, tetapi dari sisi laba laporan keuangan mayora mencatat kenaikan laba yang signifikan dari tahun yang sebelumnya. Berdasarkan laporan mencatat penjulan sebesar Rp 5,38 triliun, pada kuartal I-2020 dan tercatat mengalami penurunan sebesar 10,55% jika dibandingkan penjualan kuartas I-2019 yang mencapai Rp. 6,01 triliun. PT Mayora juga mampu mempertahankan laba bersih yang meroket hingga 99,72% secara yoy menjadi Rp. 931,39 miliar. 

Meskipun dari penjualan PT. Mayora mengalami penurunan. Justru laba PT. Mayora memiliki laba bersih yang signifikan berkat efisiensi dan pendapatan lain-lain. Dikarenakan mendapat keuntungan selisih kurs serta pendapatan lain-lain. Kenaikan laba bersih pada PT. Mayora dikarenakan imbas dari laba selisih kurs mata uang asing mereka yang mencapi Rp. 600 miliar pada kuartal I-2020. 

Pada periode tersebut rupiah secara year to date terkoreksi hingga 17-an% sehingga ketika rupiah melemah, sehingga mengguntungkan bagi PT.Mayora yang mempunyai eksposur penjualan ekspor bagus (Pungkas Michael). Berdasarakan data laporan keuangan hingga kuartasl III-2020, perseroan mencatat kenaikan laba bersih 42,02% menjadi Rp 1,56 triliun. Penurunan beban pembelian bahan baku, iklan maupun promosi, dan beban bunga juga turut serta menjadi penopang pertumbuhan margin keuntungan yang berimbas terhadap kenaikan laba bersih lebih pesat dibandingkan penjualan.

Dari hal tersebut PT. Mayora semakin bersemangat untuk menciptakan produk baru agar penjualan pada PT. Mayora memiki peningkatan yang signifikan dengan meluncurkan berbagai varian untuk mendorong ketertarikan konsumen. Mayora juga memastikan ketersediaan produk mereka di pasaran dengan sistem internal untuk memonitor ketersediaan produk di pabrik, pusat distribusi, titik-titik area sub-distributor, hingga toko-toko.

0 komentar:

Posting Komentar